Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Februari 2013

Pari Budin

Malam sampai di ujungnya. Langit gelap, bulan yang menua tak tampak. Harun mengendap-endap di samping sebuah rumah.

Ditaburkannya beras sambil berjalan mundur. Pemuda itu komat-kamit mengingat mantra yang diajarkan Dukun Sapto maghrib tadi disaksikan lurahnya.

Beras karo jampi kuwe bakal gawe warga nglembroh, terus mesti milih ko, Drajat! Gambar pari sing nomer siji1,” yakin Dukun Sapto. Lurah Drajat dan 3 orang pemuda lainnya manggut-manggut.

Harun kebagian menaburkan beras di Dusun 4, dimana pendukung Lurah Drajat masih sedikit. Ia semangat saja, apalagi ia dijanjikan tambahan uang ratusan ribu sebagai upahnya.

Tinggal beberapa jengkal lagi dan selesai, tapi tiba-tiba… “Hei!”

Jumat, 30 November 2012

Rangkuman Workshop Penulisan Skenario @Owabong Cottage – Day 2

Foto bareng usai workshop (mirip rombongan tour :p )

Hari kedua Workshop Penulisan Skenario (30/11) dimulai. Kami sarapan terlebih dahulu, lalu pukul 08.00 mulai melanjutkan pembahas semalam tentang premis. Meski semalam aku nggak bisa tidur pulas karena kedinginan, kepanasan, kedinginan lagi, aku tetap mencoba konsentrasi mengikuti.

Usai merampungkan bahasan premis, Mas Pidi lanjut ke bahasan baru dengan melontarkan pertanyaan, “Apa itu karakter? Apa itu karakterisasi?”

Kamis, 29 November 2012

Rangkuman Workshop Penulisan Skenario @Owabong Cottage – Day 1


“Skenario yang baik belum tentu menjadi film yang baik. Tapi film yang baik pasti dibuat dari skenario yan baik.”

Kalimat yang disampaikan oleh Perdana Kartawiyudha itu menjadi pembuka sesi 1 workshop penulisan skenario “6 Tahun Festival Film Purbalingga” siang ini (29/11). Pembicara utama yang akrab disapa Mr.Pidi itu lalu menguraikan problem umum penulisan skenario yang kerap dijumpai. Problem itu antara lain tidak memahami cara kerja film, kurangnya referensi, salah mengartikan skenario, dan kurang mampu memilih ide serta cara mengembangkannya.

Pembahasan langsung diselingi tanya jawab tentang kesulitan yang pernah peserta alami. Saya sendiri menanyakan bagaimana caranya mengatasi roaming. Maksudnya jika ada pesanan skenario yang meminta tema gaya hidup perkotaan dan segala macamnya, tapi kita sendiri tinggal bukan di kota besar dan memiliki gaya hidup yang biasa-biasa saja. Maka menurut Mas Pidi (saya lebih suka manggilnya begitu), solusinya adalah riset, bisa dari buku-buku, internet, atau mendengarkan cerita orang agar kita punya gambaran. Sebaliknya, ia mengingatkan untuk tidak membuat cerita yang terlalu personal dan memaksakan keinginan pribadi.

Kamis, 22 November 2012

13 Wijayakusuma

Ibu kostku tiba-tiba begitu semangat mengajakku keluar melihat bunga wijayakusuma yang katanya baru mekar maghrib tadi. Aku pun manut mengikutinya.


Dan aih..cantiknya.

Bunganya berwarna putih dengan kelopak besar-besar dan harum sekali.. Hebatnya, ada 13 bunga yang mekar secara bersamaan. 11 di samping kiri rumah dan 2 di samping kanan. Semarak.

Ibu dan bapak kost pun bergantian menceritakan kisah di balik bunga wijakusuma itu.

Minggu, 18 November 2012

Kunci


“Tapi aku nggak punya bayangan kalau nggak sama dia, Cha. Sama siapa, gimana,” Runi memulai lagi sesi curhatnya setelah terdiam lama.

“Ah, Mba’e aja yang nggak percaya diri,” timpal Icha. Mereka berdua berselonjor di kamar kost Runi. Di luar langit mengukuhkan mendung.

“Sama temenku aja gimana, Mba?” pancing Icha lagi. Meski Runi lebih tua 3 tahun darinya, Icha kadang yang jadi tempat curhat, kadang pula gantian.

“Ogah. Temenmu emang ada yang beres?” Makin tak terbayangkan bagi Runi untuk selingkuh dengan salah satu teman Icha.

“Iiih, Mbae. Ada lah. Ada tuh yang perhatian, baik. Tapi masih 19 tahun. Hehe...,” cengir Icha.

“Ogah banget,” tolak Runi keki.

“Ada lagi, Mba. 25an kayaknya umurnya. Guru,” Icha tak menyerah berpromosi.

“Teyuuss?” kali ini Runi pura-pura tertarik.

Minggu, 11 November 2012

Si Penyelamat

Sudah sejam Ifa memilih buku. Membaca sampul per sampul: Keajaiban Sedekah, Hikmah Sholat Dhuha, Teladan Rasulullah, Menjadi Istri Sholihah.

Ingin Ifa beli semuanya. Tapi ia tidak ingin menghabiskan seluruh uang di dompetnya. Akhirnya ia beli satu majalah muslimah dan kumpulan cerpen islami.

Ifa bayar cepat. Dari tadi Astri sudah mengingatkannya untuk sholat. Sudah jam 4, waktu ashar sudah semakin singkat.

Merekapun segera keluar dari toko buku di tempat perbelanjaan itu. Sembari berjalan ke parkiran, Astri bercerita tentang buku yang dibacanya tadi, yang mewakili keinginannya untuk berjilbab. Ifa mendukung penuh, menepuk-nepuk pundak Astri dari jok belakang.

Motor Astri berhenti di lampu merah. Dari pinggir jalan, seorang anak kecil 7 tahunan mendekat, mengulurkan tangan. Ifa membuka dompet, memberikan sekeping koin.

“Mba, di depan ada polisi, lho,” kata anak kecil itu menunjuk seberang bundaran.

“Iya,” sahut Astri.

“Astaghfirullah, As. Helmku! Helmku belum dipakai,” Ifa baru sadar dengan maksud anak itu. Panik.

Jumat, 02 November 2012

Masakan Ibu

Semalem abis nonton film Le Grand Chef 2: Kimchi Battle. Mrebes mili. Dan jadi pengen nulis ini:
Asal mula makanan enak adalah dari ibumu. Ia yang pertama kali memberimu makan dan melatih indera perasamu. Maka ketika kau makan di luar, hanya makanan yang bisa mengingatkan akan masakan ibumulah yang bisa menggetarkan hati dan membuatmu mengatakan enak dengan tulus.

Ibuku seseorang yang tidak suka masak ribet. Ia irit dalam menggunakan bumbu dan api. Karena itu, aku suka masakan yang rasanya tidak terlalu tajam dan tidak terlalu matang. Tumis kangkung yang masih hijau segar, sayur bening bayam kencur, sayur tauge dan caesim. Belakangan aku tahu masakan seperti itulah yang baik bagi kesehatanku. Yang masih mempertahankan rasa asli dan nutrisi.
   
Terkadang, hanya masakanlah yang bisa meruntuhkan tembok pemisah antara aku dan ibu. Dan diam-diam, ibu menjagaku lewat masakannya.

Pasti begitu juga ibumu. :)

Kamis, 11 Oktober 2012

Pangkalan Udara

“Aryaaa.. Tunggu!”'

Anak lelaki bertubuh gendut itu mengejar temannya. Yang dikejar tertawa-tawa karena tak tersusul.

Pesawat tua di pinggir lapangan jadi tujuan mereka.

“Hhhh.. Kamu larinya cepat sekali,” keluh si gendut Farhan sambil mengatur nafasnya.

“Makanya kamu jangan makan terus,” ledek Arya yang sampai lebih dulu di kabin pesawat yang seperti lorong itu. Farhan manyun.

“Far, kalau sudah besar aku mau jadi TNI Angkatan Udara!” kata Arya kemudian dengan mantapnya di pintu pesawat. Rambutnya dimainkan angin.

“Kalau aku mau jadi polisi. Biar bisa nembak kamu. Do do do dorr!” Farhan mengacungkan jarinya seolah pistol.

Kamis, 13 September 2012

Korup Ora Korup

Rudi butuh seragam baru. Kemeja putihnya sudah kuning. “Piwe arep olih pacar nek klambiku blusuk kayak kiye?1”

Minggu lalu ia sudah mengutarakan hal itu kepada ibunya.

Sabar, Rud. Minggu ngarep bapakmu gajian. Ibu ya kepengen tuku gamis anyar nggo kondangan,2” kata ibunya.

Malam ini bapaknya kedatangan tamu, Pak Lurah. Kamar Rudi yang bersebelahan dengan ruang tamu membuatnya leluasa menguping.

Senin, 06 Agustus 2012

Tarawih Selebritis

Ayu mematut diri di cermin. Ia sapukan bedak ke wajah dan lipgloss ke bibir.

Mukena baru berenda birunya ia pakai. “Duh, kok kendor sih,” keluh Ayu dengan mukenanya.

Ia pasang bros berkilap-kilap di bawah dagunya untuk mengencangkan mukena itu. ‘Sempurna,” gumam Ayu.

Tak disangka meski belum adzan Isya, masjid sudah ramai. Maklum, tarawih pertama, semangat jamaah masih full.

Ayu mengambil tempat di tengah, tepat di bawah kipas angin. Biar tetap cling, pikirnya.

Dan lagi ia ingin dilihat Bu Darmi, calon mertuanya. Ups, maksudnya ibu dari Yahya, lelaki yang ia taksir.

Selasa, 31 Juli 2012

CINTA GILA

Sehabis dari Kelas Menulis tadi sore, aku naik angkot di Mayong. Saat aku masuk, sudah ada 4 orang penumpang.

Satu bapak di samping supir, satu mbak di belakang, dan satu mbak serta seorang bapak lagi di dekat pintu. Aku duduk di pojok belakang, berhadapan dengan mbak cantik berbaju merah.

Tapi bukan dia yang menarik, melainkan si mbak berbaju pink dekat pintu. Dia tiba-tiba menyanyi.

“Tak akan ada selain kamu, cuma kamu ya hanya kamu.. Purnama..,” ia menyanyikan lagu Diantara Bintang dari Hello Band, meski ujungnya nggak nyambung. Suaranya beradu dengan musik dari kios CD di pinggir Mayong.

Dan hei, tau gak? Suaranya merdu lho!

Aku dan si mbak berbaju merah sampai menengok. Kuperhatikan perempuan berumur 20 tahunan itu.

Senin, 23 Juli 2012

Gosip

So cute!

Ini hari Minggu. Aku dan Mas Salim memutuskan bersantai di rumah.

Minggu lalu kami sudah berlibur ke Pantai Sundak di Gunung Kidul. Menyenangkan sekali mencipratinya dengan air dan mengubur kakinya dengan pasir.

Sekarang Mas Salim sedang membaca koran. Sesekali ia menyeruput teh manis yang lima menit lalu kubuatkan.

Aku sendiri sedang menyapu sembari mengamati infotainment di televisi. Heran, pagi begini sudah ada infotainment, dulu tiap hari minggu kan acaranya kartun anak sampai siang.

“Penyanyi dangdut yang terkenal dengan lagu Cinta Digoyang, Melisa Surya menggugat cerai Anton Adam, yang diakui sebagai suaminya. Anton yang anggota Dewan dari Partai Bela Rakyat itu sebelumnya tidak pernah diketahui menikah dengan Melisa,” kata host infotainment dengan mimik dan intonasi yang dibuat meyakinkan.

“Mas, sini, deh!” Aku jadi tertarik menanyakan pendapat suamiku yang masih asyik menekuri koran.

Kamis, 19 Juli 2012

Asap

 Langit baru saja gelap. Bapak baru selesai bersantap.

Ia kini duduk di kursi menghadap televisi. Sinetron ramadhan dengan cerita perebutan harta. Ironi.

Ironi juga di keluarga kami. Ibu sudah menunggu di sajadahnya. Dan… aku yang mengimami.

Maghrib ini berlalu lagi dengan keacuhan bapak. Asap mengepul dari rokoknya.

Aku kesal sebenarnya. Terlebih dengan asap rokok itu. Yang terus dikepulkan meski di siang hari.

Selasa, 17 Juli 2012

Rujak Rujuk

“Mas, tolong jemput Tiara di TK. Aku ada meeting dengan klien di luar.” Itu SMS Ratih jam 9 tadi.

Sekarang sudah setengah sepuluh, aku mengemudikan mobilku pelan ke TK Semut. Purbalingga cerah siang ini.

Di belakang setir aku memikirkan tingkah Ratih belakangan ini. Ia jadi sering memintaku menjemput Tiara, otomatis kami jadi sering bertemu dan bercakap.

Sikap wanita yang meminta cerai dariku 8 bulan lalu itu juga jadi lebih baik terhadapku. Apa ini gelagat ingin rujuk?

Rabu, 04 Juli 2012

Jika Aku Sakit

Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya sakit. Baik ringan atau berat. Dari yang cuma masuk angin sampai komplikasi pencernaan. Dari yang pilek sampai radang paru-paru. Dari yang pusing sampai kanker. Dari yang sembuh dengan hanya menelan obat warung atau yang harus menghabiskan banyak uang di rumah sakit. Dari yang cuma semalam sampai bertahun-tahun. Sakit adalah bagian dari hidup.

Artinya jika kita masih bisa merasakan sakit, kita masih hidup. Kalau sudah tidak bisa merasakan sakit, baru deh namanya mati…eh tutup usia. He he…

Kok malah becandain orang sakit dan mati, sih? Eh, sabar dulu. Sakit dan mati itu keniscayaan bagi semua manusia. Semua yang hidup pasti bakal mati. Semua yang hidup juga pasti… eh jangan pasti deh, kadang-kadang juga bisa sakit. He he…

Terus gimana kalau yang sering sakit?

Senin, 28 Mei 2012

Kacamata

Ia cantik, bermata lebar dengan bulu mata melengkung sempurna. Alisnya elok alami, tidak dikerok seperti pedang.

Setiap ia lewat, wanginya menyusup paru-paru. Segar seperti menyembuhkan radang.

Tapi, ada yang beda pagi ini. Mata jelitanya dihadang bingkai kacamata.

Kamis, 08 Maret 2012

Selamat Hari Perempuan

Bulan Januari lalu aku nginstall aplikasi SketchPad di 5233-ku. Aplikasinya sederhana banget, kayak Paint di Windows. Tapi lumayan asyik. Aku bisa nyoret-nyoret di hpku pake stylus.

Dan semalem aku nggambar ini... Taraaa...

Selamat Hari Perempuan Internasional.
Semoga semakin sedikit perempuan-perempuan yang menangis dan menahan duka.

Minggu, 12 Februari 2012

Ekspresi Anak-Anak Berlomba

Hari ini hari minggu yang berbeda. Aku tidak ke Kelas Menulis Purbalingga seperti biasanya. Pagi ini aku sudah berangkat ke Dusun Pagerjirak, Kejobong dan bersama Mba Titi aku menuju SD N 3 Kejobong.

Hari Minggu ini suasana SD N 3 Kejobong juga berbeda. Banyak anak-anak seperti hari sekolah biasa. Ada apa, ada apa?

Lomba menggambar dan mewarnai! Asyiiikk..

Mbak Titi dan Meretas Ruku

Dwititi Maesaroh, aku memanggilnya Mba Dwi, kadang juga Mbak Titi. Aku mengenalnya belum lama. Waktu itu lihat di FB teman, ternyata dia tinggal di Pagerjirak, Kejobong, dekat desaku, jadi aku add.

Lalu aku lihat foto-foto Rumah Baca yang dia upload. Tertarik!

Aku pun mengiriminya pesan lewat FB, disambut baik. Saat cerita kepada Mas Bangkit, mentor Kelas Menulis Purbalingga, aku juga disuruh menulis tentang Rumah Bacanya untuk rubrik Tilik Kampung di Suara Merdeka.

Minggu, 05 Februari 2012

Seks? Ini Ceritaku…

Sore tadi, aku dan Via sedang menikmati es krim di tengah alun-alun Purbalingga ketika tiba-tiba seorang lelaki mendekat. Lelaki berpakaian kumal dan mata kirinya terlihat cacat itu tiba-tiba menyodorkan layar HP-nya. Muncul gambar selangkangan diiringi suara lenguhan. OH MY GOD!

Aku dan Via buru-buru lari menghindar. Iiihh…

Eh, Via yang memang suka agak telat nyaut malah bertanya polos,”Emang tadi apaan sih?” “Itu video BF tauk!” kataku gemas.