Tampilkan postingan dengan label karya tulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya tulis. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 April 2012

Nyala Mata Perempuan Purbalingga

Perempuan-perempuan di kotaku, Purbalingga, Jawa Tengah, adalah pahlawan keluarga dan industri. Mereka bekerja membuat bulu mata palsu dan wig (rambut palsu) di pabrik-pabrik milik investor Korea, plasma1, bahkan rumah-rumah. Tak kenal lelah, meski sebenarnya ironi dan eksploitasi. Mereka bertahan dengan upah rendah, jam kerja tak lumrah, dan mata lelah. “Tak apa, asal anak bisa sekolah, asal dapur tetap ngepul,” aku mereka. Mereka rela bekerja siang malam, mengaitkan ratusan helai bulu mata palsu satu-persatu, setiap hari. Mereka rela meninggalkan anak-anak kecil mereka dengan nenek atau ayahnya. Sampai marak istilah “Pamong Praja” alias papa momong mama kerja (bapak merawat anak, ibu bekerja).

Senin, 26 Desember 2011

CLC Purbalingga: Internet Bantu Dongkrak Gairah Film Lokal, Pemkab Hobi Mencekal

CLC Purbalingga: Internet Bantu Dongkrak Gairah Film Lokal, Pemkab Hobi Mencekal1

Oleh: Nurul Aulia Alfiyah


“Mau pemerintah bubar kita juga tetap bisa jalan,” ungkap Bowo Leksono, Direktur CLC Purbalingga, santai tapi tegas. Tidak tampak raut kekhawatiran sama sekali di wajah lelaki tambun ini akan nasibnya beserta komunitasnya.

Purbalingga Kota Film

Purbalingga adalah sebuah kota kecil di Jawa Tengah, tepatnya di kaki Gunung Slamet. Saat mencari informasinya di Google, Anda boleh percaya kota ini adalah kota pembuat wig (rambut palsu) dan bulu mata palsu terbesar di Indonesia2. Namun, selain itu Anda juga patut percaya Purbalingga adalah kota film, bahkan ada yang menyebut Purbalingga Hollywood-nya Indonesia3.