Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 Juni 2013
Rumah Tangga
Aku tidak lagi pandai menulis puisi
Memikirkanmu terlalu indah kini
Aku menunggu, kau pulang, kita makan malam
Hujan di luar merapatkan kita kemudian
Kita bicara tentang orang tua dan bagaimana kita akan menjadi
Punggungmu gatal dan aku mengusapkan
Begitulah kita belajar; saling merawat
Begitu pula kita akan membesarkan asa dalam penjagaan; bergantian
Bagimu aku tangan; mengurus, menyembuhkan
Bagiku kau pundak-kaki; memikul, melindungi
Dan pastilah Allah kepala; tertinggi bagi kita
Kita menjalankan satu perusahaan: rumah tangga bahagia.
Berbahagialah!
Berbahagialah jika pernikahanmu tak semewah bangsawan
Berbahagialah jika gaunmu putih tanpa kilauan permata
Berbahagialah jika di awal pernikahan rumahmu sepetak saja
Berbahagialah jika kamu baru punya beberapa piring dan panci
Berbahagialah jika tahu tempe jadi keseharian
Berbahagialah jika kendaraan masih sepeda motor belum mobil
Bahkan jika masih kesana kemari berjalan kaki bersama
Berbahagialah jika olahragamu adalah sholat bukan kolam renang pribadi
Dan hiburanmu adalah indahnya ayat al-qur'an yang dilantunkan pasangan bukan TV 30 inch
Berbahagialah bahwa kau sudah menikah dan bahagia, mensyukuri segala yang ada
Daripada yang bergelimang harta sejak awal rumah tangga tapi masih merasa kurang saja
Suka pamer dan bikin sakit mata
Suka pamer dan bikin sakit mata
Sungguh, Allah adalah sebaik-baiknya yang kau miliki.
Ia Maha Kaya
Jangan takut.
Ia Maha Kaya
Jangan takut.
Minggu, 30 Desember 2012
Tak Sudi
Apa gajimu
kurang, Pak?
Sepertinya
tidak. Hidupmu enak.
Setiap hari
tak harus menarik becak
Atau tidur
di emperan
Tapi kenapa
akte anakku kau persulit?
Bayarnya
mahal, jadinya lama
Pak guru
sudah bolak-balik menanyakan
Aku jadi
tak konsen menggenjot becak
Duduk lelah
di depan pertokoan
Menyaksikan
hidup hedonis perkotaan
Dan kulihat
kau menuntun anakmu
Yang
seumuran anakku
Pak, apa
anakmu sudah punya akte?
Rabu, 26 Desember 2012
Utuh
Aku
menginginkanmu
Seperti
kertas menginginkan kata
Silahkan
bermain tanpa banyak spasi
Setiap lima
baris kita berhenti
Lalu mulai
lagi
Semakin
dalam dan intens
Hingga
klimaks dua kali
Jadilah
permainan disebut cerita:
Cinta Yang
Saling Memiliki
Utuh dan penuh.
Kamis, 15 November 2012
Remah Ramah
Apa kabar, Sayang?
Lama tak menyapa lewat bait
Karena kita gagal di suara dan rupa
Jadi kupikir menulis saja
Kau tahu, Sayang?
Tuhan baru saja mengingatkan
Aku yang pemarah
Agar jangan kelewatan
Kau tahu bagaimana?
Lama tak menyapa lewat bait
Karena kita gagal di suara dan rupa
Jadi kupikir menulis saja
Kau tahu, Sayang?
Tuhan baru saja mengingatkan
Aku yang pemarah
Agar jangan kelewatan
Kau tahu bagaimana?
Jumat, 19 Oktober 2012
Ingin Ingin Ingin
Musim telah kembali hujan
Janji kebaikan yang tak ingkar
Ingin juga kutagih janjimu, segera!
Bukankah kita sudah saling menunggu
Lama, nyaris terlalu
Meski sabar tak terbatas
Perasaan lain menggedor-gedor
Hampir jebol
Seperti tanggul pasir kali deras
Tergerus keasingan; bergantian
Aku tak menyalahkan siapa
Tapi apa; keadaan
Memberatkan, padahal ingin kita simpel
Selasa, 11 September 2012
Super Komunikasi
Kita selalu butuh bicara
Dari ‘apa kabar’ sampai ‘aku marah’
Tidak boleh 1x24 jam diam
Harus ada bicara, begitu aturannya
Tapi terkadang aku lelah
Bicaraku menggema di langit-langit saja
Hati kita kosong, putus asa
Kata jadi pahit; kau bilang aku sinis
Bagaimanalah bisa manis
Tak kulihat teduh matamu
Jadi aku menceracau saja
Perlawanan rasa ingin menangis
Dari ‘apa kabar’ sampai ‘aku marah’
Tidak boleh 1x24 jam diam
Harus ada bicara, begitu aturannya
Tapi terkadang aku lelah
Bicaraku menggema di langit-langit saja
Hati kita kosong, putus asa
Kata jadi pahit; kau bilang aku sinis
Bagaimanalah bisa manis
Tak kulihat teduh matamu
Jadi aku menceracau saja
Perlawanan rasa ingin menangis
Sabtu, 30 Juni 2012
Rasa Stroberi
Aku merajuk ingin dibujuk
Bentuk ingin yang tak terturuti
Tapi susahnya dikomunikasi
Seperti lidah digeget gigi
Bentuk ingin yang tak terturuti
Tapi susahnya dikomunikasi
Seperti lidah digeget gigi
Senin, 14 Mei 2012
Konflik
Kenapa berteriak kepada orang lain jika kau meminta tenang?
Bukankah hanya jadi tambah gaduh
Meskipun diam, hati kita saling tuduh
Lalu kenapa kita mengunci mulut jika ingin dimengerti?
Aku tak bisa meramal, apalagi bersikap malaikat
Kaulah tua, sudah dipercaya
Menyimpan lelah, berkeras menutup alpha
Kadang meledak juga
Seperti matahari runtuh di kepala
Bukankah hanya jadi tambah gaduh
Meskipun diam, hati kita saling tuduh
Lalu kenapa kita mengunci mulut jika ingin dimengerti?
Aku tak bisa meramal, apalagi bersikap malaikat
Kaulah tua, sudah dipercaya
Menyimpan lelah, berkeras menutup alpha
Kadang meledak juga
Seperti matahari runtuh di kepala
Kamis, 03 Mei 2012
Bulan-Bulanan
Kemarin baru saja April
Hujan mulai jarang, pagi menjadi lebih dingin
Perempuan-perempuan tetap bangun subuh hari
Mencuci lelah semalam, bergegas lagi ke pabrik
Berpapas anak sekolah kuru pendiam
Ujian, ujian, ujian!
Tak boleh satu butirpun melorot dari kepala
Dan April merangkak ngebut, klimaks di akhir cekikan
Hujan mulai jarang, pagi menjadi lebih dingin
Perempuan-perempuan tetap bangun subuh hari
Mencuci lelah semalam, bergegas lagi ke pabrik
Berpapas anak sekolah kuru pendiam
Ujian, ujian, ujian!
Tak boleh satu butirpun melorot dari kepala
Dan April merangkak ngebut, klimaks di akhir cekikan
Mei datang, langsung gaduh
Sabtu, 28 April 2012
Salah Seleh
Belakangan kita jadi kerap menghujat
Ya tokoh, ya sistem, ya peristiwa
Semua dicap salah
Duh, jangan-jangan kita yang salah kaprah
Ya tokoh, ya sistem, ya peristiwa
Semua dicap salah
Duh, jangan-jangan kita yang salah kaprah
Kita terlalu percaya diri
Sampai lupa asal diri
Terlampau (merasa) pinter
Sampai keblinger
Senin, 16 April 2012
Daripada Mati Sendiri
Malam ini aku sulit tidur
Seperti kemarin, dan sebelumnya
Rasa ini seperti masalah tidur sekarang
Sulit tapi tetap saja diulang
Jadi kenapa kau menyerah, Sayang?
Mari bercinta dan berperang, lagi
Seperti kemarin, dan sebelumnya
Rasa ini seperti masalah tidur sekarang
Sulit tapi tetap saja diulang
Jadi kenapa kau menyerah, Sayang?
Mari bercinta dan berperang, lagi
Minggu, 18 Maret 2012
1, 2, 3
Sakit kepala adalah angka-angka rontok di baris saldo
Sakit kepala adalah angka-angka hitam tua di kalender meja
Sakit kepala adalah angka ketus di kasir minimarket
Sakit kepala adalah angka di jam kristal yang tak terbeli
Sakit kepala adalah angka-angka hitam tua di kalender meja
Sakit kepala adalah angka ketus di kasir minimarket
Sakit kepala adalah angka di jam kristal yang tak terbeli
Senin, 12 Maret 2012
Lapang
Aku hilir-mudik mencarinya
Mungkin di jalanan lama
Mungkin di kantong-kantong belanja
Mungkin di kecipak air kolam
Mungkin di pasar malam
Ternyata...
Rabu, 15 Februari 2012
Buncah
Ada perasaan yang buncah
Tumpah, luber kemana-mana
Seperti kopi pagi yang mambrah
Pada cangkir mungil yang tak siap
Tumpah, luber kemana-mana
Seperti kopi pagi yang mambrah
Pada cangkir mungil yang tak siap
Rabu, 08 Februari 2012
Getir
Kapan terakhir aku menyumpal telingaku dengan lagu
memandang keluar, jendela bus yang berembun
kelu meninggalkan ibu
memandang keluar, jendela bus yang berembun
kelu meninggalkan ibu
Minggu, 29 Januari 2012
Dear,
Kamis, 19 Januari 2012
Pedih
Banyak orang bau mulutnya busuk
Entah karena makanan yang ditelan terburu
Atau akal dan perkataan yang tak pernah dicuci
Mencabik dan menyakiti
Seperti ratu yang memakan temannya sendiri
Itu tak lebih baik dari perempuan yang tergelak
Tapi hatinya batu dan luka
Yang malu berair mata
Tapi tak takut melawan ibunya
Tak sungkan menghina, apa saja
Entah karena makanan yang ditelan terburu
Atau akal dan perkataan yang tak pernah dicuci
Mencabik dan menyakiti
Seperti ratu yang memakan temannya sendiri
Itu tak lebih baik dari perempuan yang tergelak
Tapi hatinya batu dan luka
Yang malu berair mata
Tapi tak takut melawan ibunya
Tak sungkan menghina, apa saja
Minggu, 08 Januari 2012
Jendela
Jendela berteralis, di pandangku langit jadi bergaris
Gerimis jatuh juga, untung saja bukan di mata
Semua yang hidup punya batas
Yang terbungkam kini ingin bicara
Gerimis jatuh juga, untung saja bukan di mata
Semua yang hidup punya batas
Yang terbungkam kini ingin bicara
Kamis, 05 Januari 2012
20 Tahun
Aku mengikat harap di tiang gantung
Terjun ke jurang yang kugali dalam
Menenggak racun yang kukata obat
Terjun ke jurang yang kugali dalam
Menenggak racun yang kukata obat
Langganan:
Postingan (Atom)

