ketika senja berwudhu dengan butiran hujan
laut menyapa pantai dengan takbir kerinduan
doaku diterbangkan angin ke wajah ketaqwaan
sampai di sini, aku hanyalah hamba yang memasrahkan segala
Allah ya Malik, ya Ghofar..
Senin, 10 November 2008
Jumat, 10 Oktober 2008
terikat
berapa uisa merambat
meniti langit
berapa nafas berputar
mengarung jasad
berapa cinta menangis
meratap miris
hidupku
hidup yang sepi
(namun) hidupku..
hidup yang kusyukuri
sebab langkah telah terikat
janjiNya..
Selasa, 30 September 2008
puisi untuk adikku
marhaban ya ramadhan
ialah lapang cahaya
dengan pilar-pilar magfirah
berjejal amal dan tasbih
dosa-dosa yang terpinggirkan
aku membaur umat
dengan selafadz sukacita
marhaban ya ramadhan..
dengan pilar-pilar magfirah
berjejal amal dan tasbih
dosa-dosa yang terpinggirkan
aku membaur umat
dengan selafadz sukacita
marhaban ya ramadhan..
Rabu, 03 September 2008
cinta kata Rumi
sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelasakan panjang lebar
namun jika cinta kudatangi
aku jadi malu pada keteranganku sendiri
meskipun lidahku telah mampu
menguraikan dengan terang
namun tanpa lidah,
cinta ternyata lebih terang
sementara pena terlalu tergesa-gesa menuliskannya
kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta
dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
bagaikan keledai terbaring dalam lumpur
cinta sendirilah yang menerangkan cinta
dan percintaan..
namun jika cinta kudatangi
aku jadi malu pada keteranganku sendiri
meskipun lidahku telah mampu
menguraikan dengan terang
namun tanpa lidah,
cinta ternyata lebih terang
sementara pena terlalu tergesa-gesa menuliskannya
kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta
dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
bagaikan keledai terbaring dalam lumpur
cinta sendirilah yang menerangkan cinta
dan percintaan..
saur
malam masih mengkeramasi diri dengan bintang
ketika mimpi masih terjalin rapi
manusia apa yang menyeru-nyeru
membangunkan seperti hantu
memaksa berbekal di subuh dini
ah, ramadhan yang sahaja..
ketika mimpi masih terjalin rapi
manusia apa yang menyeru-nyeru
membangunkan seperti hantu
memaksa berbekal di subuh dini
ah, ramadhan yang sahaja..
Langganan:
Postingan (Atom)
