Minggu, 17 Agustus 2008

Sabtu, 16 Agustus 2008

kiamat sudah dekat


ketika bumi seisi membara

manusia-manusia (semakin) lapar dan miskin

pula lupa..

langit, tanah, udara (mem)bisu

akhiri saja!

jika cintamu padaNya tak juga tetap menyejukkan dada 

membatu


bisikkan dengan lembut, cinta!

selembut goda angin pada sahara

ungkapkan dengan benderang, kasih!

selugas sinar bintang menyapu malam

katakan dengan indah!

selebihnya yang pernah kau siratkan

tapi mengapa kau tetap membisu..

membatu

bunda, aku ingin pulang


aku ingin pulang, Bunda

pulang padamu

di setiap akhir minggu yang dahaga

kuteguk kasihmu seperti bayi lapar menyusu

dan di senin pagi yang dingin

ku jaga hangat bekal cintamu, doamu

untuk hidup seminggu jauh darimu

merangkak mempuisikan balas cinta untukmu

..

aku selalu ingin pulang padamu, bunda

di setiap sabtu yang tipis

dan aku selalu merengek untuk suplai pundi-pundi nafasku

seperi balita kau benamkan aku dalam air mata, membujk berdoa

bunda maafkan aku

bunda aku ingin pulang padamu

berpuisi tentang cinta

gairah hidup


sekuntum bunga rumput bersusah hidup

tak seorang pun (ingin) peduli

"lelah"

helanya muram

menatap langit berkibar kejam

menahan terik membakar sabar

jika tidak untuk tetes ampunan di musim penghujan

mungkin cintaNya telah digadai dengan kubangan becek di seberang

ah, sungguh hidup adalah satu gairah merangkak pada kebaikan..

telaga


jaringlah bintang

dam perangkap ia dalam ruang

di mana hatimu selalu riuh gemuruh

mendamba kesjukan..

tanamlah bintangmu dengan segenap cita

dengan selapang percaya bahwa:

cintaNya akan mengalirkan telaga