Senin, 28 Mei 2012

Kacamata

Ia cantik, bermata lebar dengan bulu mata melengkung sempurna. Alisnya elok alami, tidak dikerok seperti pedang.

Setiap ia lewat, wanginya menyusup paru-paru. Segar seperti menyembuhkan radang.

Tapi, ada yang beda pagi ini. Mata jelitanya dihadang bingkai kacamata.

Seperti berlian yang tak boleh lagi dijamah debu sepertiku. Dan oh, ada apa dengan kilau matanya?

Redup!

Kucari ke belahan bibirnya, mungkin cahayanya ia sembunyikan disitu. Tapi tidak, bibir itupun mengunci kaku.

Apa, kenapa? Mungkinkah kacamata baru itu menyakitinya?

Atau… Ah, lelaki tua yang menarik tangannya itu? 


#Ini semacam FF (yang meski ga nyambung) kudedikasikan untuk kacamataku yang hilang. Hiks.. :'(

Kacamataku "si biru" hilang 20 Mei lalu waktu lagi ujian UT di MAN Purbalingga. Ceritanya selesai ujian jam 4, aku sholat ashar dulu di masjid MAN. Nah, kacamataku aku taruh di atas tempat wudhu. Dan...taraaa...aku inget kacamataku aku taruh disitu sehari kemudian, aliasnya kelupaan, aliasnya lagi ketinggalan. -_____-

Panik. Sedih. Bingung. Kesal. Nyesek! Pokoknya campur-campur. Aku nangis malemnya. Serasa kehilangan salah satu anggota tubuh lagi. Ya lagi, karena sebelumnya aku juga pernah kehilangan kacamata di sekolah waktu masih SMK. Dan tragisnya, kacamata itu kutemukan terjatuh di tengah lapangan dengan kondisi cuma tinggal separuh gagang, sepertinya ketlindas mobil atau motor. Oh My God, sakitnya! Aku juga nangis waktu itu, di tengah lapangan sampai dituntun guru BK ke UKS. Gila ya? :p

Tapi begitulah jika kita sudah benar-benar sayang dengan satu barang, apalagi yang kita pakai setiap hari seperti kacamata. Nyesek lahir-batin. Ditambah pas inget harganya mahal dan harus beli lagi. Uuh! :(

Alhamdulillah, sekarang sudah punya kacamata baru, kusebut "si orange" karena gagang bingkainya memang berwarna orange. Ya Allah, semoga aku lebih bisa menjaga kacamata ketigaku ini. Jangan ilang-ilang lagi, jangan rusak-rusak lagi. :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar