Tampilkan postingan dengan label Blog Writing Competition. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blog Writing Competition. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Mei 2013

Ngisi Pulsa Itu Semudah Pengen Makan!

“Tolong belikan mama pulsa 20ribu. Nanti mama ganti. Mama lagi di kantor polisi.”

Hayoo siapa yang pernah dapat SMS seperti itu? Beberapa waktu yang lalu SMS penipuan “Mama minta pulsa” memang marak membanjiri HP siapa saja. Aku sendiri cuma ngedumel, “Mamanya siapaaa? Wong mama gue lagi asyik tiduran kok.” Uniknya tidak lama kemudian mamaku juga dapat SMS seperti itu. Giliran beliau yang ngedumel, “Mama gundulmu!” Hahaha..

Selain bikin dongkol dan geli, SMS “mama-mamaan” itu juga bikin aku mikir nyinyir: cape deh.. hari genee masih nggak bisa ya ngisi pulsa sendiri?
Ekspresi ketika dapat SMS "mama minta pulsa"

Senin, 25 Juni 2012

Opera 12 Untuk Kerja Kreatif

Kebanyakan browser berpenampilan standard dan hanya mengandalkan kecepatan. Membuat apa yang kita kerjakan selesai tanpa kesan. Tapi tidak dengan Opera 12. Browser ini hadir dengan dandanan terbaru yang lebih cantik dan inspiratif. Dan tentu saja Opera 12 tidak melupakan sisi kecepatannya.

Opera 12 menawarkan ratusan tema baru yang unik dan futuristik. Dijamin bikin kegiatan browsing, surfing, blogging, dan lainnya jadi lebih menyenangkan dan memunculkan banyak ide. Kita bisa sering-sering ganti tema sesuai mood yang ingin kita bangun. Untuk memudahkan pengguna, Opera menyediakan galeri tema yang diurutkan berdasarkan beberapa kategori. Tema favoritku sih yang Love, gambar semangkanya bikin seger mata.

Cara mengganti tema Opera 12

Minggu, 17 Juni 2012

BCA Solusi Untuk Pendidikan

Pendidikan adalah kebutuhan sepanjang hayat. Pendidikan tidak hanya didapat di bangku sekolah. Bahkan kadang makna pendidikan itu sendiri kita dapat di luar pendidikan formal. Meski tidak dipungkiri pendidikan formal adalah dasar dan bekal untuk merengkuh titian-titian pendidikan yang terserak di kehidupan kita. Dari setiap pengalaman hidup kita belajar merencanakan, merealisasikan, dan mengevaluasi. Seperti apa yang kualami dari perjalanan pendidikanku dulu, sekarang, dan yang kuharapkan nanti.

Aku pernah lalai merencanakan jenjang pendidikan yang lebih tinggi selepas SMK. Menjelang kelulusan, keinginan untuk kuliah baru terbit. Kami kelimpungan. Bapak dan ibu tidak punya tabungan. Dan seleksi beasiswa yang kuikuti tidak meloloskan namaku. Aku terpuruk. Semua jadi terasa sulit, bahkan untuk mencari pekerjaan yang memadai.

Aku sungguh merasa gagal. But, God has bigger plan for me than I had for myself. Seorang blogger lalu menawariku menjadi content writer untuk blog-nya. Dan disinilah awal perkenalanku dengan BCA karena ia memintaku membuka tabungan di bank terpercaya ini untuk kemudahan transfer honor.

Senin, 23 April 2012

Nyala Mata Perempuan Purbalingga

Perempuan-perempuan di kotaku, Purbalingga, Jawa Tengah, adalah pahlawan keluarga dan industri. Mereka bekerja membuat bulu mata palsu dan wig (rambut palsu) di pabrik-pabrik milik investor Korea, plasma1, bahkan rumah-rumah. Tak kenal lelah, meski sebenarnya ironi dan eksploitasi. Mereka bertahan dengan upah rendah, jam kerja tak lumrah, dan mata lelah. “Tak apa, asal anak bisa sekolah, asal dapur tetap ngepul,” aku mereka. Mereka rela bekerja siang malam, mengaitkan ratusan helai bulu mata palsu satu-persatu, setiap hari. Mereka rela meninggalkan anak-anak kecil mereka dengan nenek atau ayahnya. Sampai marak istilah “Pamong Praja” alias papa momong mama kerja (bapak merawat anak, ibu bekerja).

Senin, 26 Desember 2011

CLC Purbalingga: Internet Bantu Dongkrak Gairah Film Lokal, Pemkab Hobi Mencekal

CLC Purbalingga: Internet Bantu Dongkrak Gairah Film Lokal, Pemkab Hobi Mencekal1

Oleh: Nurul Aulia Alfiyah


“Mau pemerintah bubar kita juga tetap bisa jalan,” ungkap Bowo Leksono, Direktur CLC Purbalingga, santai tapi tegas. Tidak tampak raut kekhawatiran sama sekali di wajah lelaki tambun ini akan nasibnya beserta komunitasnya.

Purbalingga Kota Film

Purbalingga adalah sebuah kota kecil di Jawa Tengah, tepatnya di kaki Gunung Slamet. Saat mencari informasinya di Google, Anda boleh percaya kota ini adalah kota pembuat wig (rambut palsu) dan bulu mata palsu terbesar di Indonesia2. Namun, selain itu Anda juga patut percaya Purbalingga adalah kota film, bahkan ada yang menyebut Purbalingga Hollywood-nya Indonesia3.