Rabu, 04 Juli 2012

Jika Aku Sakit

Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya sakit. Baik ringan atau berat. Dari yang cuma masuk angin sampai komplikasi pencernaan. Dari yang pilek sampai radang paru-paru. Dari yang pusing sampai kanker. Dari yang sembuh dengan hanya menelan obat warung atau yang harus menghabiskan banyak uang di rumah sakit. Dari yang cuma semalam sampai bertahun-tahun. Sakit adalah bagian dari hidup.

Artinya jika kita masih bisa merasakan sakit, kita masih hidup. Kalau sudah tidak bisa merasakan sakit, baru deh namanya mati…eh tutup usia. He he…

Kok malah becandain orang sakit dan mati, sih? Eh, sabar dulu. Sakit dan mati itu keniscayaan bagi semua manusia. Semua yang hidup pasti bakal mati. Semua yang hidup juga pasti… eh jangan pasti deh, kadang-kadang juga bisa sakit. He he…

Terus gimana kalau yang sering sakit?

Jangan banyak mengeluh! Itu kuncinya. Walau kadang ya memang susah untuk tidak mengeluh atau setidaknya mengasihani diri saat sakit. Yang mengeluh karena sakit jadi nggak bisa kerja lah. Yang mengeluh sakit jadi nggak bisa kuliah lah. Yang mengeluh karena sakit jadi harus minum banyak obat lah. Yang mengeluh sakit cuma ngerepotin orang tua lah… Lah…

Lah kok ya aku sering banget sakit ya? :(

Saya sendiri juga pernah mengeluh seperti itu. Ya, saya memang termasuk orang yang sering dan mudah sakit. Dan ya seperti itu tadi, dari yang ringan sampai berat. Dari yang cuma pilek sampai bronkhitis. Dari yang hanya lemes sampai yang perih tak tertahankan. Saya pernah mengalaminya. Ini sekarang juga nulis sambil nahan ingus karena sedang pilek. He he…

Kenapa saat sakit tidak boleh mengeluh? Karena mengeluh cuma bikin tambah tersiksa, semakin jauh dari sembuh. Saya sudah merasakannya. Dengan menabah-nabahkan diri dan bersabar, rasa sakit terasa lebih ringan. Yang termasuk menabahkan diri dan bersabar itu ya nurut minum obat, nurut saatnya checkup, nurut makan yang baik-baik, nurut istirahat cukup, nurut ngurangin stress. Ditambah lagi nurut sholat dan berdoa. Jangan lagi sakit malah mbantah nasihat orang tua, cuma tergeletak tak berdaya. Kalau gitu yang ada kita nggak sembuh-sembuh dan nggak bisa mengambil manfaat dari sakit tersebut.

Emang ada ya manfaatnya sakit?

Ada donk! Secara umum, sakit memberikan kesempatan bagi kita untuk beristirahat. Untuk yang lebih cerdas, sakit jadi alarm untuk memperbaiki pola hidup. Dan untuk yang cerdas dan bertakwa, sakit juga untuk menambah keimanan kita kepada Yang Kuasa.

Bukankah saat sakit helai-helai nafas kita terasa sangat berharga? Di kamar atau di ruangan rumah sakit yang sunyi itu kita jadi bisa mendengar nafas kita sendiri, detak jantung kita, suara-suara di kepala kita. Lalu kita akan merasa betapa lemah dan kecilnya kita sebenarnya. Kita butuh keluarga untuk membantu mengambilkan obat, kita butuh ibu untuk menyuapkan makan, butuh ayah untuk membayarkan biaya rumah sakit, butuh nenek untuk ikut memijatkan kaki, bahkan butuh adik untuk sekedar mencandai. Dan yang pasti kita butuh Allah untuk mendapatkan kesembuhan kembali.

Kita selalu butuh Allah. Dialah Pemilik Hidup dan Mati. Penentu sakit dan sehat kita. KepadaNya kita bergantung. KepadaNya kita memohon ampun. Semoga setiap sakit yang kita alami dapat menjadi peluntur dosa-dosa kita yang jutaan banyaknya. Semoga saat sakit kita menjadi lebih dekat dengan keluarga dan kefakiran diri kita sendiri.

Lahaula wala quwata illa billah hil aliyilazim.

Yang belum sakit jangan lupa jaga dan hargai kesehatan. Sekarang cuacanya lagi suka kurang bersahabat lho. Lebih baik pertahankan imunitas tubuh dengan minuman hangat dan obat herbal.

Untuk yang sudah terlanjur sakit, yuk bersabar. Insyaallah besok sembuh kalau sudah sholat dan banyak-banyak istighfar. Aamiin. :)

Sakit dan sehat selalu berdampingan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar